Hampir seminggu lebih aku tak bisa tidur pulas, dan nyenyak. Padahal sewaktu pagi hari memulai kerja, di siang hari di tengah pekerjaan, sore hingga datang malam rasa lelah membebani punggung. Dan seketika itu pula tubuhku ingin terbaring sejenak terlunglai kantuk tak tertahan. Ingin rasanya segera pulang , berbaring di tempat tidur, terlentang lepaskan pikiran penat.
Waktu pun cepat bergulir. Sudah saatnya kembali pulang ke kosan. Merebahkan badan dan memjamkan mata. Rasanya rasa kantuk harus dibalaskan dengan tidur. Namun, rasa kantuk yang ditunggu sejak siang tak kunjung datang hingga lewat tengah malam. Ditemanin dengan serdadu-serdadu nyamuk yang terus menggempur badanku, seperti gelisah , telapak tangan basah, ku terus tepuki serbuan nyamuk. Meskipun sebelumnya aku telah pasang obat nyamuk bakar, rupanya tak membuat nyamuk-nyamuk gentar menyerangku.
Dengan lantunan suara merdu kakak Raisa yang cantik jelita, melalaui mp3 player, ku dengarkan playlisynya melalui headset sembari aku mengetik tulisan rasa resahku ini karena kantuk tak kunjung menghampiriku. Sesaat sedang mengetik tulisanku ini, terpikir dengan blogku yang sudah hampir dua tahun lamanya sejak aku buat blog itu tak pernah ku urus. Akhirnya aku memutuskan memgunduh aplikasi blogger di Samsung Galaxy Tabku.
Tak butuh waktu 5 menit, aplikasi blogger pun terunduh di perangkat tabletku. Ku masukan tulisan ini dalam blog kesayangan hampir terlupakan. Masih dengan gigitan nyamuk yang terus menggerogotiku, hemadset tertancap di perangkat tabletku, ku dengar playlist mp3ku , sambil tak hentinya jemariku menetik dalam papan tombol virtual layar sentuh Samsung Galaxy tab.
Walau ku sadar, pagi hari aku haru berangkat kerja seperti biasa. Sayang sekali kantuk ini belum mengjampiri. Ku paksa untuk memejamkan mata, tetap tak bisa. Masih terdengar sesekali suara nyamuk berdesing di dekat telingaku. Sontak membuatku reflelks menepuk telinga agar nyamuk yang ada di sekitar telingaku segera pergi.
Begitulah , setiap malam, sepulang kerja ku merasakan insomnia begitu berat. Hingga waktu tak terasa menunjukkan pulul 04.00 dini hari. Dan pada saat itulah rasa kantuk menghampiri. Sial, padahal aku harus berangkat kerja pagi-pagi.
Post a Comment