Tuesday, 29 December 2020
Selama pandemi COVID-19 ini kamu pasti sudah familiar dengan istilah rapid test, swab test antigen dan PCR test. Yup, ketiga cara tersebut adalah cara untuk mengetahui ada atau tidaknya virus corona di dalam tubuh kita. Tapi, dari ketiga cara itu, memiliki tingkat akurasi yang berbeda-beda.
Nah, di artikel kali ini kita akan membahas mengenai teknologi PCR test. Apa sih PCR itu? Pasti kalian sudah pernah belajar dong mengenai PCR. Yup, materinya ada di pelajaran Biologi untuk kelas 12 di Bab Bioteknologi Sub-Bab PCR dan Elektroforesis.
PCR adalah singkatan dari bahasa Inggris yaitu Polymerase Chain Reaction. Jika diartikan satu per satu, Polymerase dari kata polimer (ada di materi biokimia) suatu senyawa besar, Reaction atau reaksi dan Chain adalah rantai.
Jadi PCR ini adalah aksi pembuatan polimer secara terus menerus atau berantai. Fungsinya adalah untuk melakukan amplifikasi atau memperbanyak DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) atau pun RNA (ribonucleic acid). Jadi PCR ini adalah replikasi DNA. Udah tahu dong materi tentang DNA dan RNA sebelumnya di kelas 12?
Di video akan dijelaskan mengenai bagaimana cara kerja kerja PCR ini untuk melakukan amplifikasi atau memperbanyak DNA atau RNA. Teknologi PCR ini based on replikasi DNA yang diambil DNA induknya. Kemudian setelah memperbanyak DNA-nya atau diamplifikasi menjadi banyak DNA.
Nah, di artikel ini akan membahas tentang apa saja yang fakta-fakta tentang PCR yang berguna dalam kehidupan sehari-hari khususnya untuk bidang kesehatan dan kedokteran. Berikut fakta-faktanya;
1. Mendiagnosa Penyakit dan Virus
Telah diketahui bersama dengan PCR bisa mendiagnosa COVID-19 dalam tubuh. Proses ini banyak dikenal banyak orang dengan dengan swab test PCR atau tes usap. Pada umumnya swab test PCR ini adalah dengan mengambil sampel dahak Tes usap bisa dilakukan pada hidung, saluran antara hidung dan tenggorokan (nasofaring), atau saluran antara mulut dan tenggorokan (orofaring). Tapi ada juga yang mengambil sampelnya dari darah dan urine.
2. Tak Hanya Corona, Bisa Mendiagnosa Penyakit Lain
Ternyata metode tes PCR ini juga bisa mendiagnosa penyakit lain yang berasal dari virus terntentu. Seperti misalnya Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Virus Hepatitis C (VHC). Untuk mendiagnosa kedua penyakti tersbut bisa dilakukan dengan cara PCR juga lho!
Cara kerjanya, seperti yang sudah dijelaskan di atas, setelah mendapatkan sampel yang kemudian mendapatkan DNA-nya untuk melakukan amplifikasi DNA dan RNA-nya. Misalnya untuk HIV itu merupakan virus yang digolongkan RNA untuk membuat genomnya.
3. Paling Akurat Dibanding Tes Lainnya
Swab Test PCR ini hasilnya paling akurat dibandingkan dengan tes-tes lainnya. Hal ini karena PCR ini mengambil sampel DNA atau RNA yang kemudian diamplifikasi atau diperbanyak untuk melihat ada atau tidaknya penyakit di dalam tubuh.
4. Hasilnya Lebih Lambat dari Tes Lainnya
Seperti yang udah dijelaskan di poin sebelumnya, tes PCR ini adalah paling akurat dibanding dengan tes-tes lainnya untuk mendiagnosa penyakit. Oleh karena itu, untuk mengetahui hasil diagnosanya pun lebih lama dibanding tes-tes lainnya. Paling cepat hasil dari tes PCR ini kelur dalam waktu 2 atau 3 hari. Cukup lama kan, tapi hasilnya 90 akurat!
5. Digunakan untuk Dokumen Perjalanan
Di masa pandemi seperti saat ini, hasil tes PCR ini banyak digunakan untuk berbagai macam kepentingan. Salah satunya adalah untuk dokumen perjalanan. Meski banyak orang menggunakan tes lainnya seperti swab antigen atau rapid test, PCR juga bisa digunakan untuk dokumen perjalanan, dan membuktikan calon penumpang bebas dari penyakit khususnya COVID-19.
Demikian 5 fakta tentang teknologi PCR yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk dunia kesehatan.
Kalau kamu anakya yang update banget, pastinya kamu selalu ikuti berita perkembangan terkini soal baik itu di media sosial seperti instagram, twitter atau pun berita di TV. Pastinya kamu ikuti tentang pemberitaan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ yang saat ini lagi ramai dibicarakan di media sosial atau pun di TV dan media-media lainnya.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya ramai diperbincangkan di media sosial karena ada salah satu unggahan di Youtube yang memparodikannya yang kemudian menuai kecaman. Tapi di sini kita enggak bakal ngebahas lebih dalam apa yang sedang ramai dibicarakan hal itu.
Di artikel ini kita bakal ngebahas beberapa fakta menarik yang mungkin kamu belum tahu tentang lagu kebangsaan kita, ‘Indonesia Raya’. Kalau di sekolah pastinya kamu selalu menyanyikannya setiap upacara hari Senin, kan? Pastinya sudah hafal dong!
Nah! Berikut beberapa fakta tentang lagu Indonesia Raya yang kamu belum ketahu. Simak fakta-fakta berikut:
1. Diciptakan oleh Seorang Jurnalis
Lagu kebangsaan Indonesia Raya diciptakan oleh Wag Rudolf Supratman, seorang jurnalis yang bekerja di Majalah Sinpo. Supratman merupaja seoran pemuda yang gemar dalam bermusik. Dia menciptakan lagu Indonesia Raya karena merasa tertantang dari sebuah tulisan di Majalah Timbul. Penulis tulisan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Kemudian pada tahun 1924 terciptalah lagu Indonesia Raya karya WR Supratman ini.
2. Dikumandangkan Pertama Kali di Kongres Pemuda II tahun 1928
Lagu ciptaan WR Supratman ini pertama kali dikumandangkan pada Kongres Pemuda II pada 26 hingga 28 Oktober 1928, atau yang kita kenal dan kita peringati setiap tahunnya pada tanggal 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda saat itu digelar di gedung Indonesische Clubgebouw, Jalan Kramat Raya 106, Batavia atau Jakarta. Kini gedung Museum Sumpah Pemuda.
Masih ingat enggak apa aja isi Sumpah Pemuda? Materi ini ada lho di mata pelajaran Sejarah untuk kelas 11!
Kita ingetin lagi deng isi Sumpah Pemuda di sini, pertama Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kedua, Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa jang satu, bangsa Indonesia. Ketiga, Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Jadi di Kongres Pemuda II inilah para pemuda dari berbagai daerah sepakat bersatu, menanggalkan ego kedaerahannya untuk satu tujuan, yakni Indonesia merdeka.
3. Sempat Dilarang
Karen lagu kebangsaan Indonesia Raya ini mengandung kata ‘Merdeka’ di dalamnya, jadi pemerintah Kolonial Hindia-Belanda melarang lagu tersebut untuk dinyanyikan. Maka dari itu pada saat pertama dikumandangkan di Kongres Pemuda II tahun 1928, tidak dinyanyikan dengan liriknya, melainkan hanya instrument biola saja yang dibawakan oleh penciptanya, yakni WR Supratman.
4. Kembali Dinyanyikan Setelah 17 Tahun
Yap, lagu Kebangsaan Indonesia Raya kembali dinyanyikan ‘’full version’’, artinya enggak cuma instrumentalnya saja, dinyanyikan dengan lirik-liriknya pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di kediaman Ir Soekarno di Jalan Pengangsaan Timur, Jakarta, tempat pembacaan proklamasi kemerdekaan pada saat itu. Dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya ini untuk mengiringi penaikan bendera ‘Merah Putih’ yang dijahit langsung oleh Ibu Fatmawati.
5. Memiliki 3 Stanza atau Bait
Dalam versi aslinya, lagu kebangsaan Indonesia Raya ini punya ada 3 stanza atau bait. Jadi jika dinyanyikan full, maka akan lebih panjang dari pada yang sering kita nyanyikan saat ini, terutama pada saat upacara bendera setiap hari Senin. Jadi, bayangin kalau tiap hari Senin nyanyiin lagu Indonesia Raya versi aslinya ini, pasti bakal panjang banget kan!
6. Versi Aslinya ada di Youtube
Kalau kamu buka Youtube, lalu ketik di kotak pencarian “Indonesia Raya 1927” maka akan muncul video seorang anak kecil yang memutar piringan hitam yang berisi lagu Kebangsaan Indonesia Raya versi 3 stanza yang direkam pada tahun 1927.
Wednesday, 8 October 2014
Hampir seminggu lebih aku tak bisa tidur pulas, dan nyenyak. Padahal sewaktu pagi hari memulai kerja, di siang hari di tengah pekerjaan, sore hingga datang malam rasa lelah membebani punggung. Dan seketika itu pula tubuhku ingin terbaring sejenak terlunglai kantuk tak tertahan. Ingin rasanya segera pulang , berbaring di tempat tidur, terlentang lepaskan pikiran penat.
Waktu pun cepat bergulir. Sudah saatnya kembali pulang ke kosan. Merebahkan badan dan memjamkan mata. Rasanya rasa kantuk harus dibalaskan dengan tidur. Namun, rasa kantuk yang ditunggu sejak siang tak kunjung datang hingga lewat tengah malam. Ditemanin dengan serdadu-serdadu nyamuk yang terus menggempur badanku, seperti gelisah , telapak tangan basah, ku terus tepuki serbuan nyamuk. Meskipun sebelumnya aku telah pasang obat nyamuk bakar, rupanya tak membuat nyamuk-nyamuk gentar menyerangku.
Dengan lantunan suara merdu kakak Raisa yang cantik jelita, melalaui mp3 player, ku dengarkan playlisynya melalui headset sembari aku mengetik tulisan rasa resahku ini karena kantuk tak kunjung menghampiriku. Sesaat sedang mengetik tulisanku ini, terpikir dengan blogku yang sudah hampir dua tahun lamanya sejak aku buat blog itu tak pernah ku urus. Akhirnya aku memutuskan memgunduh aplikasi blogger di Samsung Galaxy Tabku.
Tak butuh waktu 5 menit, aplikasi blogger pun terunduh di perangkat tabletku. Ku masukan tulisan ini dalam blog kesayangan hampir terlupakan. Masih dengan gigitan nyamuk yang terus menggerogotiku, hemadset tertancap di perangkat tabletku, ku dengar playlist mp3ku , sambil tak hentinya jemariku menetik dalam papan tombol virtual layar sentuh Samsung Galaxy tab.
Walau ku sadar, pagi hari aku haru berangkat kerja seperti biasa. Sayang sekali kantuk ini belum mengjampiri. Ku paksa untuk memejamkan mata, tetap tak bisa. Masih terdengar sesekali suara nyamuk berdesing di dekat telingaku. Sontak membuatku reflelks menepuk telinga agar nyamuk yang ada di sekitar telingaku segera pergi.
Begitulah , setiap malam, sepulang kerja ku merasakan insomnia begitu berat. Hingga waktu tak terasa menunjukkan pulul 04.00 dini hari. Dan pada saat itulah rasa kantuk menghampiri. Sial, padahal aku harus berangkat kerja pagi-pagi.






Social Media
Search